Sacred Space User Settings Menu

<!--// 2007-11-18 //-->

Ketika Ignatius Loyola masuk di Universitas Paris, sekelompok lelaki muda mengelilingi dia. Apa yang dia lakukan? Ia mengajarkan mereka berdoa, dalam bentuk yang kemudian dikenal dengan Latihan Rohani. Karena Ignatius pernah menjadi seorang prajurit yang handal, banyak orang masih berpikir bahwa Jesuit yang dibidaninya merupakan semacam laskar. Sebenarnya yang mempersatukan mereka bukanlah semacam disiplin militer, tapi sebuah pengalaman Latihan Rohani yang dibagikan. Banyak pengikut Kristen yang tidak diduga duga mengalami hal yang sama. Baxter, seorang fundamentalis dari Vromwell, mengatakan bahwa ia mengalami pertobatan setelah membaca dan berdoa memakai copy kumal dari Latihan tersebut. Pada tahun 1800'an Ortodoks Rusia mengalami hal yang sama. Di tahun 1900'an adalah Gereja Anglikan yang menerbitkan salah satu edisi terbaik dari buku tersebut. Ketika beralih pada Allah dalam doa pribadi berpusat pada Yesus, tembok yang memisahkan Gereja Kristen meleleh. Kita menemukan diri bisa berdoa bersama. Sejarah rahasia dari Gereja bukan terletak pada Konsili, Doktrin, Laskar Kristus atau para Uskup, juga tidak dalam gereja-gereja atau katedral-katedral, tapi dalam tubuh orang Kristen yang berdoa pada Bapa melalui Yesus Kristus putera-Nya: yang dapat kau kenal sebagai tradisi kontemplatif, dimana wanita dan pria membagikan Ruang Sakral.

Más sobre Espacio Sagrado